Wisata wonogiri
Alas Donolyo merupakan hutan cagar alam yang terletak
di kabupaten wonogiri, hutan ini merupakan salah satu hutan legenda karena
terdapat beberapa keunikan ataupun keanehan dari cerita turun temurun. Hutan
ini berisikan pohon-pohon jati dengan ukuran yang besar dan terkesan angker.
Donoloyo merupakan nama pendiri desa di kawasan tersebut, yakni Ki Ageng Donoloyo, anggota laskar Kerajaan Majapahit saat dipimpin Raja Airlangga. Karena ingin mengabdi pada Kerajaan Majapahit, Ki Ageng Donoloyo yang tertinggal ketika mengikuti perjalanan Raja Airlangga, memutuskan untuk menetap di tempat itu, serta menanam pohon jati, yang ia niatkan bisa dimanfaatkan Kerajaan Majapahit. Hingga saat ini, Alas Donoloyo masih dikeramatkan masyarakat sekitar, khususnya Kawasan Punden, letak pohon jati pertama ditanam dan dipotong untuk pembangunan Masjid Demak.
Donoloyo merupakan nama pendiri desa di kawasan tersebut, yakni Ki Ageng Donoloyo, anggota laskar Kerajaan Majapahit saat dipimpin Raja Airlangga. Karena ingin mengabdi pada Kerajaan Majapahit, Ki Ageng Donoloyo yang tertinggal ketika mengikuti perjalanan Raja Airlangga, memutuskan untuk menetap di tempat itu, serta menanam pohon jati, yang ia niatkan bisa dimanfaatkan Kerajaan Majapahit. Hingga saat ini, Alas Donoloyo masih dikeramatkan masyarakat sekitar, khususnya Kawasan Punden, letak pohon jati pertama ditanam dan dipotong untuk pembangunan Masjid Demak.
Menurut cerita turun temurun banyak
peristiwa aneh terjadi tentang Alas Donoloyo. Seperti cerita awal cikal bakal
digunakannya jati Donoloyo untuk pembangunan Masjid Demak yang diakibat
bayang-bayang ujung pohon jati Donoloyo yang kelihatan di Demak, meskipun
jaraknya mencapai puluhan kilometer.
Sedangkan tokoh cikal bakal alas
donoloyo yakni Ki Ageng Donoloyo sendiri dipercaya masih berada di Alas
Donoloyo. Karena dari dulu hingga kini, belum diketahui dimana letak makam sang
laskar setia majapahit ini.
Hingga saat alas donoloyo yang
memiliki areal seluas lima hektar mulai menunjukkan tanda-tanda kepunahan.
Kayu-kayu jati yang terlihat kokoh, sesungguhnya sudah lapuk dimakan zaman.
Bahkan, di sebelah barat Alas Donoloyo, kayu jati yang dulunya tumbuh lebat,
telah menjadi lahan pertanian. Pohon jati peninggalan Ki Ageng Donoloyo, hanya
tersisa di areal Punden. Kelihatannya, tinggal menunggu waktu, Alas Donoloyo
yang menjadi bukti kesetiaan seorang laskar di era Kerajaan Majapahit, kelak
hanya tinggal legenda tak berbekas.
Kayangan
Lokasi : Dlepih, Kec. Tirtomoyo
Waktu Tempuh : ± 1 jam 30 menit dari pusat kota Wonogiri.
Waktu Tempuh : ± 1 jam 30 menit dari pusat kota Wonogiri.
Potensi
:
- Tempat ritual
- Panorama alam yang indah
- Event tahunan sedekah bumi
- Tempat ritual
- Panorama alam yang indah
- Event tahunan sedekah bumi
Wisata
ritual Kahyangan adalah tempat petilasan pertapaan Raja-raja tanah
Jawa. Ditempat inilah Danang Suto Wijoyo mendapatkan wahyu Raja dan kemudian
setelah menjadi Raja bergelar Panembahan Senopati. Di tempat ini pulalah Danang
Suto Wijoyo mengadakan perjanjian dengan Kanjeng Ratu Kidul untuk bersama-sama
membangun Pemerintahan di Jawa ( Mataram).
Obyek
wisata ini tepatnya terletak di desa Dlepih Kecamatan Titromoyo, berjarak 50 km
arah tenggara dari Kota Wonogiri. Sampai sekarang tempat ini dikeramatkan oleh
Kasultanan Yogyakarta, terbukti setiap 8 tahun (sewindu) sekali di adakan
upacara Labuhan Ageng.
Begitu
pula pada malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon setiap bulan Suro, Pemkab
Wonogiri mengadakan upacara Sedekah Bumi, di lanjutkan pagelaran Wayang Kulit
semalam suntuk. Upacara tersebut adalah sebagai wujud terima kasih dan doa
rakyat Wonogiri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu diberi keselamatan dan
ketenteraman.
Obyek
wisata ini selalu dipadati pengunjung yang akan melakukan meditasi, menyatu
dengan kekuasaan Ilahi, agar terkabul permohonannya. Kegiatan ini berjalan
setiap hari, dan mencapai puncaknya pada malam Selasa Kliwon dan malam
Jumat Kliwon.